DIPILIH ATAU MEMILIH UNTUK IBADAH

Bacaan: Roma 12:1-2

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1)

Bacaan Alkitab
Ulangan 5-6

Panggilan Ibadah. Memahami dan mempraktikkan penyembahan yang benar sangat penting untuk memperdalam relasi kita dengan Tuhan. Dengan mempelajari, merenungkan dan menerapkan firman Tuhan maka hal ini dapat menuntun kita dalam mengekspresikan rasa kagum dan hormat kita kepada Tuhan dengan tulus dan cara yang baik. Maka menerapkan ibadah yang berdasarkan Alkitab sesungguhnya akan memperkaya perjalanan iman kita. Ibadah yang autentik tentu saja harus dimulai dengan ketundukkan diri kita sepenuhnya kepada Kristus. Ketundukkan akan membawa kita dapat mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, sebab kita menyadari siapa diri kita dan siapa Tuhan. Panggilan Tuhan adalah membawa kita untuk dapat menikmati kasih-Nya dan kemudian menyatakan kasih-Nya baik melalui perkataan maupun perbuatan.
Dalam anugerah-Nya, kita memang dipilih untuk menjadi umat-Nya sehingga kita dapat menyembah Dia. Dan melalui kuasa Roh Kudus, kita dapat mengenal Allah yang benar sebab Ia sendiri yang menyatakan diri-Nya kepada kita sehingga kita dapat menyembah Allah yang benar juga (Yoh. 1:18; 4:23-24). Dengan demikian, ketika kita sudah menjadi milik kepunyaan Allah, maka kita wajib mengikuti “aturan main” dari Allah, sehingga kita dapat menyembah dan beribadah dengan benar. Jadi bukan kita yang menentukan apa yang menyenangkan Allah, sebab apa yang kita pikirkan tentang menyenangkan Allah dari diri kita sangat berbeda dengan apa yang Allah kehendaki.
Menyenangkan hati Allah tentu saja harus dimulai dari Allah. Hal ini akan dapat terwujud apabila kita sudah percaya kepada Kristus dan ada atau tinggal di dalam Kristus, yang sudah menebus dosa-dosa kita. Ingatlah, Allah itu kudus, sedangkan kita adalah manusia yang berdosa. Kita harus terus menerus mendekat kepada Allah dan berproses dalam menyelaraskan langkah kita dengan kehendak Allah. Jadi jangan dibalik prinsip ini. Kitalah yang mengikuti aturan main Allah, bukan Allah yang mengikuti kemauan dan selera kita, terutama dalam beribadah.
Doa: Tuhan Yesus, kupersembahkan hidupku ke dalam kuasa-Mu, agar kami dapat menjadi penyembah-penyembah yang benar, amin. (gian)