DIPILIH ATAU MEMILIH UNTUK IBADAH

Bacaan: Markus 12:28-31

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12:30)

Bacaan Alkitab
Ulangan 4

Dari Dalam Keluar. Inti penyembahan sejati adalah mengalir dari dalam keluar, yaitu keluar dari hati yang sudah diperbaharui oleh darah Kristus dan hati dimana Kristus sudah bertahta dalam kehidupan kita. Maka kunci ibadah yang diperkenan Tuhan adalah hati yang sudah dilahirkan kembali oleh Kristus. Tanpa kelahiran baru, tanpa pemeteraian Roh Kudus dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah bisa meninggikan Tuhan dalam ibadah dan penyembahan yang kita lakukan, sebab kita tidak mengenal-Nya.
Kita sudah memahami, bahwa menyembah memiliki arti shachah yang secara harfiah menunjukkan tindakan membungkuk, menyembah. Kata Yunani proskuneō, yang diterjemahkan sebagai “menyembah,” berarti “bertemu Tuhan dan memuji-Nya” Maka penyembahan (ibadah) adalah respons penuh hormat dari ciptaan terhadap keagungan Tuhan yang mencakup segalanya. Allah sudah memberikan kasih terbesarnya dalam hidup kita yang memberi kemampuan kepada kita untuk mengasihi-Nya. Penyembahan harus bermula dari sikap hati yang selalu tunduk dalam kerendahan hati, rasa hormat yang mendalam akan kemahakuasaan Allah, menghormati dan menjunjung tinggi Dia setiap saat sebagai otoritas tertinggi atas hidup kita. Ibadah sejati adalah seperti yang Tuhan Yesus katakan; “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah- penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:23-24). Maka dapat dikatakan bahwa penyembahan yang otentik adalah bukan sebuah demonstrasi lahiriah atau pertunjukan jasmani (entertainment) dalam sebuah ibadah, melainkan penyembahan yang disertai oleh takut dan rasa hormat akan kekudusan Allah yang mengalir dari dalam – keluar, yaitu sebagai respon kita dalam menanggapi karya Kristus dan kebenaran firman-Nya.
Menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran berarti mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita (Markus 12:30; Lukas 10:27), yang juga terwujud dalam realitas kehidupan.
Doa: Tuhan Yesus, perbaharui terus hati dan pikiran kami, sehingga kami dapat benar-benar menyembah-Mu dalam Roh kebenaran-Mu, amin. (gian)