DIPILIH ATAU MEMILIH UNTUK IBADAH

Bacaan: 2 Timotius 4:1-5

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Tim. 4:3-4)

Bacaan Alkitab
Bilangan 35-36

Memuaskan keinginan telinga. Esensi sebuah ibadah dalam iman Kristen adalah penyerahan, ketundukan dan penghormatan kita kepada Allah di dalam Kristus, karena kita sudah ditebus dan menjadi milik-Nya, menjadi umat-Nya yang kudus. Maka implikasinya adalah ibadah yang kita lakukan adalah untuk memuliakan, meninggikan Tuhan serta mendengar apa yang Kristus mau untuk kita lakukan. Ketaatan kita sesungguhnya akan membawa kita kepada penyembahan dan pengagungan hanya kepada Kristus, bukan diri kita, bukan hal-hal yang menyenangkan dan memuaskan ego dan keinginan kita.
Rasul Paulus memberikan nasehat dan peringatan kepada Timotius dengan munculnya guru-guru palsu yang mengajarkan hal-hal yang menyenangkan ego, bukan transformasi dalam Kristus. Timotius harus tetap mengajarkan kebenaran Firman, sekalipun banyak orang yang meninggalkan kebenaran. Bagian kalimat ayat 3 dituliskan “memuaskan keinginan telinganya (having itching ears)” sangat menarik untuk diperhatikan berkenaan dengan sikap, tujuan dan motivasi kita dalam beribadah. Frasa ini memberi arti terjemahan menggaruk telinga yang gatal, yaitu orang-orang yang hanya mau mendengar sesuai keinginannya.
“Telinga yang gatal” adalah kiasan yang merujuk pada keinginan, kebutuhan, atau kepuasan seseorang. Keinginan inilah yang mendorong seseorang untuk mempercayai apa pun yang ingin dipercayainya. Ketika orang memiliki “telinga yang gatal,” mereka memutuskan sendiri apa yang benar atau salah, dan mereka mencari orang lain untuk mendukung gagasan mereka. “Telinga yang gatal” hanya peduli dengan apa yang terasa baik atau nyaman menurut pandangannya sendiri.
Bagaimana dengan kita, dengan ibadah yang kita lakukan? Apakah kita mencari yang hanya menyenangkan ego kita? Ingatlah, kita dipanggil adalah untuk merayakan kasih Kristus atas hidup kita, yang akan membawa kita semakin memiliki kedalaman relasi dengan Kristus dan yang terutama menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus.
Doa: Tuhan Yesus, ampunilah kami dan selidikilah hati dan pikiran kami, agar kami terus fokus kepada kebenaran firman-Mu, bukan kepada hal-hal yang hanya menyenangkan dan memuaskan hasrat ego kami, amin. (gian)