DIPILIH ATAU MEMILIH UNTUK IBADAH

Bacaan: 2 Timotius 4:1-5

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4)

Bacaan Alkitab
Bilangan 33-34

“Memilih ibadah yang menyenangkan” Tidak dapat dipungkiri, di era zaman ini kita bisa melihat berkembangnya kehadiran gereja dari berbagai denominasi yang sangat banyak, bak jamur di musim hujan. Dalam satu kota saja, bisa ada puluhan, bahkan ratusan denominasi gereja yang berdiri saling berdekatan. Dalam sebuah seminar tentang pertumbuhan gereja dikatakan “gereja (gedungnya) makin bertambah banyak, namun jumlah jemaat tetap, cenderung menurun” Maka dapat dikatakan munculnya gereja baru tidak menutup kemungkinan adalah berpindahnya jemaat sebuah gereja ke gereja lain, sehingga gereja yang satu banyak kehilangan jemaat, namun gereja yang lain mendadak menjadi banyak jemaatnya.
Di era ini, masing-masing gereja memiliki “menu ibadah” yang membuat orang dapat memilih untuk beribadah di gereja mana yang ia suka dan menyenangkan. Gereja mulai “menyesuaikan pasar” dan memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini tentu saja membuat jemaat lebih dimanjakan untuk menikmati ibadah yang sesuai dengan selera pribadinya. Akibatnya, jemaat suka berpindah-pindah gereja, dan memilih yang ia suka dan yang dapat memuaskan keinginan dirinya.
Firman Tuhan menyatakan kepada kita, bahwa pada akhir zaman orang akan beribadah hanya mengejar kepuasan dan kesenangan diri. “Memuaskan keinginan telinga” memberi arti orang yang hanya mencari hal-hal yang menyenangkan bagi dirinya serta mendukung pandangannya. Artinya, orang seperti ini hanya peduli dengan apa yang terasa baik atau nyaman untuk dirinya, dan bukan oleh karena kebenaran, sebab bagaimanapun juga, kebenaran sering kali tidak nyaman. Ibadah sejati sesungguhnhya berasal dari dalam hati kita, baik itu tujuan maupun motivasinya, yaitu hati yang sudah dikuasai oleh Kristus.
Dari realita ini, saya merenungkan sebuah pertanyaan bagi diri saya sendiri; “Saya ini sedang menyembah siapa, Tuhan atau tuhan keinginan saya? Tujuan saya beribadah apakah hanya untuk memuaskan hasrat ego saya sendiri atau menyenangkan hati-Nya Tuhan? Bagaimana dengan anda?
Doa: Tuhan Yesus, tiliklah hati kami saat kami beribadah kepada-Mu, agar hati kami diubahkan oleh kebenaran firman-Mu, amin. (gian)