DIPILIH ATAU MEMILIH UNTUK IBADAH

Bacaan: 2 Timotius 4:1-5

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”
(2 Timotius 4:2)

Bacaan Alkitab
Ulangan 1

Memilih ibadah yang enak di lihat dan dengar. Di era digital saat ini, sangat mudah bagi kita untuk membuka chanel (kanal) ibadah dari berbagai denominasi gereja yang ada di youtube. Kita dapat berpindah-pindah kanal sesuai keinginan kita. Jika kanal yang satu terasa monoton dan membosankan, kita bisa langsung berpindah ke kanal yang lain. Kita juga bisa memilih jam berapa kita mau menonton ibadah bahkan sambil menikmati secangkir kopi atau teh dan kudapan serta berpakaian santai. Ironisnya, endingnya kita mengatakan “kita baru saja beribadah online”
Harus kita akui bahwa saat ini kecenderungan orang adalah “menikmati pasar ibadah” di kanal-kanal youtube yang begitu banyak. Kita akan hadir untuk menonton ibadah sesuai dengan keinginan atau selera kita. Kanal youtube bagaikan puja sera, yang mana kita dapat memilih sesuai dengan selera kita, yang kita pandang lebih “sehat” (enak dilihat dan di dengar) dibandingkan dengan menu dari gereja sendiri yang sering dianggap monoton dan membosankan.
Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa kita diciptakan adalah untuk memuliakan Tuhan. Tujuan hidup manusia adalah untuk menikmati dan memuliakan Tuhan. Namun dosa menjadikan manusia kehilangan esensi dari penyembahan kepada Allah, dan cenderung untuk mengejar penyembahan dan kepuasan diri sendiri. Fungsi utama Gereja adalah untuk memuliakan dan menyembah Tuhan melalui Yesus Kristus, yaitu berkumpul dan bersekutu untuk saling membangun dan menumbuhkan iman sehingga dapat menghasilkan buah roh yang dapat dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Panggilan Allah atas hidup kita adalah untuk memiliki relasi kedekatan dengan-Nya, sehingga kita dapat menjadi saksi-Nya. Kebenaran firman akan mengubahkan kita, sebuah proses yang akan terus menerus terjadi dalam hidup kita, sehingga kita dapat mengerti apa kehendak Allah atas hidup kita. Jika kita cenderung mengejar kesenangan dan kepuasan ego kita, lambat namun pasti kita akan semakin jauh dari kebenaran Allah, dan semakin menjadikan kita menjadi lebih egois.
Doa: Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sering mengejar kesenangan kami sendiri, sehingga dalam ibadah yang kami lakukan, kami hanya mengejar kepuasan ego kami, bukan menyenangkan hati-Mu, amin. (gian)