NOT PRIORITY BUT THE ONLY

²⁵Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. ²⁶Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama- lamanya. (Mazmur 73)

Bacaan Alkitab
Bilangan 10-11

“NOT PRIORITY BUT THE ONLY” (BUKAN PRIORITAS TAPI SATU²-NYA)
adalah sebuah frasa yang menarik. Frasa ini menggambarkan bahwa TUHAN dan menyembah-Nya tidak menjadi prioritas utama, tetapi merupakan satu²-nya.
Arti prioritas: skala prioritas adalah sesuatu yang dirasa lebih penting dibandingkan yang lain, yang harus dikerjakan atau diselesaikan terlebih dahulu. Sementara Satu²-nya berarti: hanya satu, tiada yg lain, tidak ada dalam skala prioritas tetapi harus.
Hari ini kita renungan kita bukan tentang Prioritas tapi tentang satu²-nya. Satu²-nya yang disembah layak disembah, satu²-nya yang layak menerima pujian dan penyembahan kita (manusia), satu²-nya yang harus menjadi fokus penyembahan kita, fokus tujuan hidup kita, fokus ibadah kita.
Mengapa Allah menjadi satu²-nya yang layak dipuji dan disembah, karena setiap kita ketika menjadi penyembah itu melalui sebuah proses pengorbanan Yesus di kayu salib yang membuat kita hidup dan terlepas dari belenggu dosa. Penyembahan menjadi urusan hati yang telah disucikan oleh darah Kristus, bukan sekadar tindakan eksternal, tetapi sebuah iman percaya yang tulus dihadapan-Nya.
Di Markus 12:30, Yesus menegaskan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Penyembahan kita kepada Allah digerakkan oleh kasih kita kepada-Nya karena kita mencintai Allah, maka kita menyembah Dia. Gagasan “segenap” itu menunjukkan totalitas, menunjukkan hanya untuk Dia dan kepada-Nya .
DOA:
Tuhan Yesus berkatilah hidupku menjadi penyembah yang tertuju hanya kepada-Mu. Amin. (HP