MENYEMBAH dalam ROH & KEBENARAN

²⁰Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” ²¹Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada- Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. ²²Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. ²³Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah² benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah² demikian. (Yohanes 4)

Bacaan Alkitab
Bilangan 12-14

“Menyembah dalam roh dan kebenaran” menunjukkan bahwa kedua hal itu diperlukan dalam penyembahan yang menyukakan hati Bapa, Firman Tuhan katakan inilah yang dikehendaki Bapa. Roh tanpa kebenaran bisa saja mengarah pada sesuatu dangkal, yang bersifat emosional, yang bisa jadi dipicu oleh sebuah keadaan, mood, situasi. Begitu emosi mereda, semangat menyembah ikut mereda, dan penyembahan berakhir, bahkan mungkin yang timbul adalah sebuah kekecewaan. Sebaliknya, kebenaran tanpa semangat dapat menghasilkan bentuk penyembahan yang kering dan tanpa gairah yang bisa menjerumuskan orang kepada legalisme tanpa sukacita, tanpa ketulusan, dan tentunya tidak akan berdampak, tidak menjadi berkat. Kombinasi terbaik dari kedua aspek penyembahan – roh dan kebenaran – akan menghasilkan pemujaan kepada Allah yang membawa kegembiraan dan ucapan syukur.
Seorang rohaniwan bernama John Ortberg mengatakan: “Saya perlu menyembah karena tanpanya saya bisa lupa bahwa saya disertai Allah Mahabesar dan terus hidup dalam ketakutan. Tanpa menyembah Tuhan saya bisa melupakan panggilan-Nya dan mulai hidup dalam nafsu mementingkan diri sendiri. Tanpa menyembah Tuhan saya kehilangan rasa takjub dan syukur kepada DIA.” Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita menghormati DIA. Semakin kita menghormati Allah, semakin mendalam pula penyembahan kita. Semakin mendalam penyembahan kita, tentunya TUHAN semakin dimuliakan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah itu juga yang Anda yakini dan alami dalam penyembahan Anda kepada Allah?
DOA:
Tuhanku Yesus Perkasa dan mulialah Engkau Tuhan, dasyat dan ajaib lah karya-Mu . Kiranya melalui hidupku Nama-Mu dimuliakan. Amin. (HP)