KNOWING ABOUT GOD
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Roma 1
Knowing about GOD kalau diterjemahkan bebas bisa dimaknai dengan Mengenal/ Mengetahui tentang ALLAH. Mari kita sejenak “mengulik” kata TENTANG. Dalam KBBI ada beberapa kata untuk melihat keluasan makna dari kata TENTANG itu. Bisa berarti hal atau perihal, atau terhadap, atau dekat di depan, di muka, atau tepat di atas, atau kira- kira, atau mengenai.
Bila kita letakkan satu demi satu dari enam pemaknaan di atas untuk menjelaskan Mengenal tentang ALLAH maka kita bisa mendapatkan pemaknaan yang beragam. Lalu kira kita akan sejajarkan dengan pemaknaan yang mana untuk menjelaskan ayat 21 di atas? – Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Logika iman kita akan mengatakan bahwa pengenalan mereka bukan pengenalan sungguh yang melahirkan penundukkan diri, memuliakan Allah & membuat mereka mengucap syukur kepada Allah. Berarti? Ya, berarti ada sebuah pengenalan tanpa penundukkan diri, memuliakan bersyukur kepada Allah.
Sebuah komentar terhadap buku J.I. Packer yang berjudul Knowing GOD sebagai sebuah upaya kudus orang percaya untuk mengenal Allah melalui kebenaran Firman-Nya, yang hanya dimungkinkan tatkala mereka terlebih dahulu mengalami Allah. Tanpa mengalami Allah – di dalam dan melalui anugerah-Nya – maka manusia hanya berkutat dalam Knowing about GOD. Manusia mengenal/ mengetahui KIRA-KIRA Allah itu seperti apa. Karena itulah manusia tidak bisa memuliakan & bersyukur kepada- Nya. -JP