PERNYATAAN ALLAH & RESPON MANUSIA
⁸Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. ⁹Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. ⁰Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Roma 1
Teologi secara sederhana dipahami sebagai ilmu yang mempelajari TUHAN. Sepintas kelihatannya manusia sebagai subyek pembelajar yang sedang menelaah & meneliti apa & siapa itu Tuhan – yang ditempatkan sebagai obyek pembelajaran. Pertanyaan sederhana yang muncul, sanggupkah manusia melakukan hal itu – yang limited sedang menyingkapkan yang unlimited?
Paragraf di atas adalah copy paste dari paragraf pertama di sinopsis bulan Oktober ini. Sekalipun manusia sebagai subyek pembelajar dan TUHAN sebagai obyek pelajaran, maka pastilah sangat mustahil manusia melakukannya, karena sesungguhnya manusia tidak mungkin membangun sebuah ilmu atas dasar tabula rasa, kehampaan atau kekosongan. Dengan demikian bila manusia mempelajari oknum yang di sebut “TUHAN” dan menyebutnya sebagai teologi namun berdasarkan kekosongan maka yang dihasilkan adalah teologi yang kosong.
Puji TUHAN, sesungguhnya nats bacaan kita hari ini menjadi salah satu dasar alasan mengapa teologi menjadi ada; tidak berdasarkan pada spekulasi manusia – melainkan pada inisiatif Allah/ TUHAN yang menyatakan eksistensi-Nya kepada manusia. Tanpa pernyataan Allah maka manusia tidak mungkin mengenal Allah, setidaknya menyadari bahwa Allah itu ada. Bahkan tidak mungkin hadir dalam kosakata manusia untuk sebuah istilah penting dalam kehidupan manusia, yakni ALLAH atau TUHAN.
Mari kita simak kembali ayat di atas, renungkan sungguh kedasyatan ayat ini: sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. ⁰Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Tuhan memberkati kita sekalian yang mengasihi-Nya. -JP