🗓 25 Februari 2021 📖 Markus 10:13-16 🙏 Yesus memberkati anak-anak

🗓 25 Februari 2021
📖 Markus 10:13-16
🙏 Yesus memberkati anak-anak

Renungan
Mengapa para murid marah kepada orang tua yang hendak membawa anak-anak mereka untuk dijamah Yesus? Bisa jadi karena para murid ini merasa terganggu dengan interupsi anak-anak saat sedang asyik-asyiknya mendapatkan pengajaran Yesus mengenai perceraian. Akan tetapi, alasan mendasar para murid mungkin berkaitan dengan tradisi Yahudi. Orang Yahudi menganggap anak-anak memang tak ada harganya. Anak-anak tidak layak menjadi anggota Kerajaan Allah. Maka mereka pun tidak pantas untuk mengganggu Yesus.

Namun, Tuhan Yesus segera menegur sikap dan pandangan yang keliru dari para murid. Pertama, Allah mengasihi anak-anak sama seperti Ia mengasihi orang dewasa. Anak-anak pun memerlukan Tuhan Yesus dalam hidup mereka. Menghalang-halangi anak-anak untuk datang kepada Tuhan Yesus adalah dosa! Kedua, anak-anak melambangkan kepolosan, keterusterangan, dan kebergantungan. Seperti seorang anak percaya saja apa yang dikatakan dan diajarkan orang dewasa kepadanya, demikian seharusnya iman orang dewasa kepada Allah. Seperti seorang anak yang spontan berseru kepada orang tuanya saat membutuhkan pertolongan, demikian semestinya doa kita kepada Tuhan. Seorang anak menyadari dirinya lemah dan tergantung kepada orang tuanya. Apakah kita memiliki ketergantungan seperti itu kepada Tuhan Yesus? Tak heran kalau Yesus berkata, tanpa memiliki sikap seperti seorang anak kecil, tidak mungkin orang dewasa bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Serius sekali? Memang demikian! Orang dewasa sering kali sudah dipenuhi dengan berbagai prasangka untuk dapat membuka diri apa adanya menerima anugerah Allah.

Mari tanggalkan semua keraguan kita dan kenakan kerendahan hati serta ketulusan untuk menyambut Allah di dalam Kristus Yesus. Kalau perlu belajarlah dari anak-anak yang ada di sekeliling kita. Perhatikan dan tiru kepolosan mereka dalam memercayai Tuhan. Hati-hati kalau ada anak-anak yang tidak tulus, jangan-jangan mereka meniru kita yang dewasa dan munafik!