DALAM NAMA KRISTUS

17Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2 Korintus 5

Bacaan Alkitab
Galatia 5:1-26

Seorang anak berusia 2 tahun mengambil kertas & alat tulis dan dia katakan surat buat papa yang sedang berada di luar kota. Lalu sang mama membubuhkan tulisan ini coretan anak kita. Tulisan sang mama (istri) inilah yang membuat sang papa (suami) mengetahui bahwa coretan itu dari buah hati kesayangannya.
Kisah di atas saya dengar dari seorang hamba Tuhan untuk menjelaskan posisi & otoritas dari nama Yesus (Kristus). Nama yang memberi otoritasi sebuah doa, nama yang memberi otoritasi bagi setiap orang percaya melakukan kehendak Allah & segala perintah-Nya. Demikian pula bagi Paulus, tatkala dalam nama Kristus ia meminta agar setiap mereka yang mendengar berita pendamaian memberi diri untuk didamaikan dengan Allah ia melakukan dengan otoritas Kristus, bukan sekedar sebagai pihak yang telah melakukan Karya Pendamaian tetapi Kristus-lah yang memiliki Otoritas itu sendiri.
Seorang utusan melakukan tugasnya karena kepercayaan Sang Pengutus, ia membawa Otoritas Sang Pengutus, melakukannya demi & untuk kepentingan Sang Pengutus. Paulus melakukan dalam nama Kristus karena ia adalah utusan Kristus, bukan di dalam nama lain & dirinya.
-JP