🗓 23 Februari 2021 📖 Markus 9:42-50 🙏 Waspadai penyesatan internal

23 Februari 2021
📖 Markus 9:42-50
🙏 Waspadai penyesatan internal

Renungan
Dalam sejarah Kekristenan, ajaran sesat merupakan hal yang mendapat perhatian serius. Ini terbukti dari kuatnya upaya memproteksi jemaat dari berbagai pengaruh ajaran sesat baik yang berasal dari luar maupun dalam lingkungan Kekristenan. Proteksi ini biasanya bersifat doktrinal, yaitu jemaat dilindungi sedemikian rupa agar tidak terpengaruh ajaran sesat.

Yesus berpandangan sama. Bukan hanya itu saja, bagi pelakunya, Yesus mengisyaratkan perlunya hukuman yang setimpal dengan akibat yang dihasilkannya. Berbeda dengan orientasi gereja, Yesus lebih menekankan kesesatan dari sisi internal atau kehidupan pribadi para murid dan pengikut-Nya. Melalui analogi anggota tubuh seperti tangan (43), kaki (45), dan mata (47) Yesus ingin mengingatkan para murid dan pengikut-Nya agar memerhatikan kehidupan pribadi mereka. Hawa nafsu dan keinginan daging, jika tidak diwaspadai akan menyebabkan para murid jatuh ke dalam kehidupan dosa yang menyesatkan. Ketika hal ini terjadi, akibatnya sungguh luar biasa, banyak pihak terutama orang yang kelak akan percaya Kristus akan mengalami kekecewaan bahkan hidup dalam pola hidup yang salah. Yesus merasa perlu mengatakan hal ini, mengingat kedudukan dan peran para murid sebagai penerus-Nya dalam memberitakan kabar sukacita. Sebagai pribadi yang dikenal pernah hidup dengan Kristus, mereka merupakan public figure. Dalam posisi ini, para murid dituntut untuk selalu hidup benar dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sebagaimana garam yang dibutuhkan orang (49-50). Bagaimana caranya? Bersikap tegas terhadap diri sendiri. Analogi memenggal tangan dan kaki serta mencungkil mata menunjukkan betapa seriusnya para murid harus menjaga diri.

Bagaimana dengan kita? Sebagai pengikut Kristus kita adalah garam dunia. Sudahkah kita mewaspadai penyesatan yang muncul dari kelemahan dan hawa nafsu kita? Beranikah kita mengambil tindakan tegas menguduskan diri dan menjadikan diri berkat untuk sesama?
Bulan February adalah bulan misi gereja kita, kiranya Gema hidup menjadi berkat makin banyak diejawantahkan dalam kehidupan anak Tuhan