2 Januari 2021
Markus 1:1-8
Kristus yang terutama

Renungan
Pelayanan Yohanes Pembaptis telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama oleh nabi Maleakhi dan nabi Yesaya (2-3, bdk. Mal. 3:1; Yes. 40:3). Setelah sekian lama Tuhan tidak berbicara kepada umat-Nya, kehadiran Yohanes Pembaptis, sebagai utusan yang memberitakan kedatangan Tuhan, adalah penting. Ini menegaskan kembali realisasi janji Allah mengenai kedatangan Mesias, yang akan menyelamatkan umat-Nya.

Untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, Yohanes Pembaptis berkhotbah tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Ia mendorong orang untuk menyadari dosa-dosa mereka dan meminta pengampunan Allah (4).

Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang keutamaan Kristus. Dia menempatkan Kristus sebagai yang utama dan menempatkan dirinya serendah mungkin di hadapan Kristus, sehingga untuk membuka tali kasut-Nya pun dia merasa tidak layak (7). Yohanes Pembaptis tidak menempatkan dirinya sebagai murid, yang bersedia melakukan apa saja bagi gurunya, tetapi membuka kasut sang guru tidaklah termasuk bagian tugasnya. Yohanes Pembaptis pun masih tidak berani menempatkan dirinya sebagai hamba, yang akan melakukan apa saja bagi tuannya, termasuk melepas tali kasut sang tuan. Ia menempatkan dirinya jauh lebih rendah dari itu, sampai-sampai ia merasa bahwa membuka tali kasut-Nya pun tidak layak. Dalam pemahaman itulah, Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang kuasa Kristus. Ia hanya dapat menyiapkan hati orang-orang, tetapi Yesuslah yang berkuasa untuk mengubah hati mereka. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sadar benar bahwa dirinya bukanlah aktor utama. Ia hanya berperan menghubungkan manusia dengan Kristus.

Dalam hidup dan pelayanan kita, kiranya kita pun belajar untuk menyadari bahwa Kristuslah yang seharus kita tinggikan. Dialah yang utama dalam hidup kita, Dialah yang harus ditinggikan dalam setiap pelayanan. Dan kiranya kita pun semakin belajar untuk merendahkan diri kita di bawah keutamaan-Nya.