IMAMAT YANG RAJANI: BANGSA YANG KUDUS

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan- perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1 Petrus 2:9-10)

Bacaan Alkitab
Bilangan 23-24

Menjadi orang-orang pilihan adalah hak istimewa. Misalnya, menjadi murid kesayangan, pegawai favorit, ataupun anak kesayangan. Alkitab menyatakan bahwa orang-orang yang percaya merupakan orang-orang pilihan. Bangsa Israel dipilih oleh Allah bukan karena keberadaan mereka, tetapi karena Tuhan sendiri yang mengingat perjanjian-Nya. Allah sendirilah yang akan membawa umat-Nya untuk masuk ke tanah perjanjian dan menghalau bangsa-bangsa yang lebih banyak dan lebih kuat. Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat-Nya. Bangsa Israel dipilih untuk menjadi sebuah umat yang kudus. Kata “kudus” berarti dipisahkannya umat dari dunia untuk Tuhan. Dipisahkan bukan menunjukkan bahwa umat menjadi kelompok yang eksklusif. Namun, kehidupan umat Tuhan tidak lagi mengikuti cara hidup bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Kini, orang-orang percaya dipilih dan diselamatkan untuk menjadi bangsa yang kudus di tengah dunia ini. Kita harus menjaga kemurnian iman dan tidak mengikuti dunia ini. Kita bukanlah umat eksklusif yang tidak mau terlibat di tengah masyarakat, namun justru terlibat di tengah masyarakat dengan menunjukkan kehidupan yang berbeda, yaitu hidup kudus dan tidak mengikuti cara-cara dunia yang tercemar oleh dosa. Sebagai bangsa yang kudus, maka umat Allah adalah orang yang dikuduskan, dikhususkan untuk melayani dan melakukan kehendak Allah. Allah yang Maha Kudus terpisah, tanpa toleransi terhadap yang tak kudus. Karena itu sebagai umat-Nya, kita telah dikuduskan oleh Kristus. Kita juga dipanggil untuk hidup kudus terus menerus meninggalkan dosa, hidup bagi Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk hidup kudus, kita harus senantiasa menjaga kekudusan hidup melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari. Ingatlah, kita adalah bangsa yang kudus, imamat yang dipanggil untuk melayani-Nya, bangsa yang dikuduskan-Nya, dikhususkan untuk melakukan kehendak-Nya.
Jadi bangsa yang kudus adalah bahwa orang Kristen terpilih untuk hidup terpisah dari dunia, mengikuti standar Allah, dan melayani Tuhan. (AS)