NAMA-NYA YANG KUDUS
⁷Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Keluaran 20)
¹Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! ²Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103)
Bacaan Alkitab
Imamat 11-12
Dalam sebuah pelayanan di tahun 90-an TUHAN mengkonfirmasikan (kepada saya & rekan) bahwa nama Yesus sungguh berkuasa. Hal itu terjadi ketika melayani seorang muda yang dirasuk oleh kuasa gelap. Setiap kali pengusiran dilakukan nama Yesus maka roh jahat itu keluar dan anak muda ini sadar; tetapi tatkala menolong & menuntunnya untuk berdoa secara pribadi dan mengundang Yesus untuk masuk menguasai hidupnya ternyata bukanlah hal mudah – karena seolah kuasa jahat itu kembali menguasai orang muda ini dan menghambatnya agar tidak ada kata Yesus yang keluar dari mulut orang muda ini. Yang jelas, kuasa jahat gagal merangsek kembali anak muda ini, karena ia milik-Nya. Nama Yesus sungguh berkuasa.
Sebuah pujian menuliskan syair-nya seperti di bawah ini:
Itu nama yang indah nama Yesus Itu nama yang indah dari surga mulia
Bimbang takut diusirNya Hati susah dihiburNya
Nama Yesus yang indah yang kucinta
Sementara bila kita melihat kembali bacaan kita hari ini, sang pemazmur menyebut nama TUHAN itu adalah nama yang Kudus. Atribut² Allah yang terwakili dengan sebutan nama-Nya: nama yang KUDUS, nama yang ber-KUASA, nama yang INDAH, dan nama² yang disertai dengan Atribut-Nya yang lain adalah nama yang harus diucapkan dengan penuh hormat kepada-Nya. Nama yang tidak disebut secara sembarangan. Nama yang disebut dengan sebuah kesungguhan, ketulusan, rasa hormat, hati yang takut & gentar kepada-Nya; bukan nama yang boleh di-sebut² tanpa sebuah pengakuan akan pribadi-Nya.
Refleksi:
Bila kita menyimak paragraf terakhir dalam bacaan kita hari ini, mungkinkah bisa terjadi di dalam ibadah & penyembahan yang kita lakukan. Kita me-nyebut² nama-Nya namun tanpa disertai dengan sebuah pengakuan & kesungguhan? Kita menyebut karena ada di dalam sebuah syair pujian atau dalam sebuah bacaan tanggapan tetapi tanpa penghormatan? (JP)