BAPTISAN APA YANG DITERIMA YESUS?

13Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 14Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” 15Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. 16Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:13-17)

Dalam suatu pengakuan iman yang diyakini oleh gereja tertentu dicatat: Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya. Tanda awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus. Peristiwa turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2) merupakan penggenapan janji Bapa tentang baptisan Roh Kudus (Kis 1:4-5), yang memberikan kuasa kepada orang percaya untuk melayani (Kis 1:8). Masih dari pengakuan iman itu, dikatakan bahwa baptisan Roh Kudus berbeda dengan baptisan air yang dilakukan Yohanes Pembaptis sebagai tanda pertobatan (Luk 3:16). Ini juga berbeda dengan yang dimaksud Paulus dalam I Kor 12:13, Sebab di dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh Dalam ayat ini Paulus menunjukkan pengalaman pada saat seseorang mengalami kelahiran baru yang menempatkan mereka ke dalam tubuh Kristus (gereja). Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesuslah Pribadi yang membaptis dalam Roh Kudus (Mat 3:11, Mrk 1:8, Luk 3:16, Yoh 1:33, Kis 1:5), sedangkan Paulus menyatakan bahwa Roh Kuduslah yang membaptis kita ke dalam Yesus Kristus, yaitu ke dalam tubuh Kristus (I Kor 12:13, Gal 3:27). Yang pada akhirnya dari apa yang mereka pahami atas bagian firman Tuhan itu, mereka meyakini bahwa, kedua baptisan ini berbeda. Pertama-tama Roh Kudus membaptis kita ke dalam tubuh Kristus (= kelahiran baru), kemudian Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus (= baptisan Roh Kudus). Lalu bagaimana dengan keyakinan kita yang bergereja dan yang mengakui tentang keyakinan reformed dan injili ini dalam melihat peristiwa yang dialami oleh Yesus? Apakah memang ada pembedaan perihal baptisan atau hanya dipandang sebagai pemahaman tunggal mengenai baptisan dan peristiwa yang mengikutinya? Dalam perenungan yang lalu kita telah memahami dua alasan penting, Mengapa Yesus memberi diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dan hari ini, kita fokuskan perihal Baptisan apa yang diterima Tuhan Yesus dalam terang pemahaman yang baik dan sehat, tentunya. Waktu Yesus memberi diri untuk dibaptis, ini bukan hanya dipahami dalam pengertian satu tanda/ritual simbolis yang menunjuk kepada pembasuhan fisik oleh air saja, tetapi juga kepada pembasuhan rohani. Artinya baptisan yang diterima dan menggunakan instrument airsuatu symbol yang sering dipahami sebagai alat untuk membasuh dan membersihkanmenjadi realita rohani yang terjadi pada orang percaya baru sebagai anugerah Allah yang memberikan kehidupan baru oleh keselamatan dalam Kristus. Baptisan Yesus meski memiliki pemahaman yang berbeda dengan baptisan yang diterima oleh setiap orang percaya baru, tetap dipahami sebagai karya anugerah Allah Tritunggal yang nyata hadir sebagaimana dinyatakan bahwa ada kehadiran Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus disana. Jadi bukan dipahami sebagai salah satu jenis baptisan. Tapi karya utuh dari Allah Tritunggal. -Ant