UNTUK APA YESUS DIBAPTIS?

13Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 14Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” 15Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. 16Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:13-17)

Sebagai orang percaya yang memiliki iman bertumbuh dan menikmati pengajaran yang sehat, maka pastinya juga menyakini bahwa Baptisan Yesus dengan baptisan orang yang baru percaya memiliki pemaknaan yang berbeda. Jika kita memiliki pemikiran seperti ini maka mari kita cari dan teliti dengan baik, apa yang menjadi alasan Tuhan Yesus mengalami peristiwa baptisan? Sesungguhnya, baptisan Yesus dipahami alasannya yang pertama, ini terkait dengan memperhatikan apa yang telah terjadi dalam Perjanjian Lama ketika para imam yang telah ditunjuk dan dipersiapkan harus didahului dengan peristiwa penahbisan. Dalam Keluaran 29:4, Harun dan anak- anaknya sebelum bertugas diceritakan mengalami peristiwa pembasuhan. Dan selanjutnya sebagaimana yang dialami oleh mereka maka hal itu juga dijalani oleh para imam untuk memulai pelayanannya untuk mewakili kaum Israel di hadapan Tuhan (Im. 8:24). Kedua, alasan berikutnya adalah baptisan Yesus juga sekaligus cara yang Tuhan pakai untuk mengidentikkan diri-Nya dengan orang-orang yang akan ditebus dan diselamatkan-Nya. Sebagai manusia yang sejati, Yesus menjadikan Diri- Nya sama seperti manusia lainnya dengan mereka dalam segala hal, hanya Dia tidak berdosa (Ibr. 2:17). Paling tidak, dua alasan inilah yang melatarbelakangi untuk apa Yesus dibaptis. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh kita sebagai orang percaya memahami peristiwa ini dengan baik, bahwa Tuhan Yesus tidak dibaptis untuk penghapusan dosa-Nya. Dia dibaptis untuk menyatakan bahwa manusia yang berdosa harus mengalami peristiwa ini. Inilah perbedaan penting yang harus kita ketahui. Karena itulah sebabnya setelah dibaptis, Allah sendiri mengkonfirmasi bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi dan diperkenan. Baptisan umat adalah tanda percaya seseorang kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Menjadi sebuah Langkah iman masuk ke dalam kehidupan yang penuh anugerah, yang Tuhan sediakan bagi orang yang percaya, dan menunjukkan pertobatan hidup. Tentunya pemahaman ilahi ini seharusnya menolong kita sebagai orang percaya yang mau bertumbuh, makin memandang bahwa Baptisan adalah sebuah sakramen. Yang artinya ada kandungan nilai sakral dan suci yang tidak boleh untuk dibuat main-main atau diulang-ulang. Sebagaimana Kristus juga memandang hal yang sama, bahwa Dia memberi diri dibaptis sebagai satu peristiwa sekali untuk selanjutnya memberikan tanda dan materai bahwa ada Langkah iman yang lebih sakral setelahnya. Yesus setelah baptisan mengerjakan pelayanan sebagai bagian dari contoh perubahan hidup yang harus juga dialami dan dikerjakan sebagai bagian mengerjakan karya keselamatan yang sudah diterimanya. Pertanyaan sederhana adalah apakah kita juga mengerjakan hal yang sama? Jika belum, perlu perubahan serius dalam melihat peristiwa baptisan.
-Ant