BODOH – BODOH PINTAR

⁸Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. ⁹Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.” ⁰Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 1 Korintus 1

Terbalik dengan tema perenungan kita di hari Selasa lalu, kali ini kita hendak mengangkat topik BODOH PINTAR – sekali lagi dengan alasan yang kurang lebih sama, yakni mengacu pada teks bacaan kita. Bagaimanapun juga dunia akan menganggap orang yang percaya kepada pemberitaan Injil adalah orang bodoh, ya karena mereka menganggap pemberitaan Injil itu sendiri adalah kebodohan. Logika-nya, hanya orang bodoh yang percaya kepada berita yang bodoh; dan kita orang percaya telah membodohkan diri untuk menjadi percaya kepada berita yang bodoh. Penilaian seperti ini saya rasa tidak hanya berlaku di masa Paulus tatkala ia bersurat kepada jemaat yang hidup di kota metropolitan sekaliber Korintus – namun pada saat inipun tidak sedikit kita dapati predikat bodoh diberikan kepada merek yang menjadi percaya kepada Kristus. Intinya kita (orang percaya) adalah orang BODOH.
Lalu bagaimana dengan pintarnya? Apakah kita orang yang dianggap bodoh namun sesungguhnya pintar/ berhikmat? Paulus nampaknya menggunakan istilah manusia dunia – kebodohan pemberitaan Injil – untuk menjelaskan tentang anugerah Allah yang menyelamatkan mereka yang kemudian percaya. Kita sebagai orang percaya sesungguhnya telah menerima kekuatan & hikmat Allah – yang pasti jauh tak tertandingi oleh hikmat manusia yang menganggap ini suatu kebodohan. Apakah kita juga telah berhikmat? Tentu saja kita telah berhikmat yang dilandasi/ berdasarkan pengenalan & hati yang takut akan Allah. Ingat 1 Korintus 1:25 – Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
Satu hal yang penting, yang membuat kita tidak takabur – tidak ada sedikitnya hikmat manusiawi kita yang membuat kita sanggup memahami hikmat Allah, melainkan karena hikmat Allah-lah yang membuat kita mengalami keselamatan dari Allah di dalam Yesus Kristus yang adalah kekuatan Allah. -JP