GEREJA YANG MEMURIDKAN
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Mat 28:18-20
Agenda terakhir yang Allah ingin kita kerjakan adalah: menjadikan semua bangsa murid Kristus. Ada tiga cara yang diajarkan oleh Yesus untuk mengerjakan agenda ini:
– Pergilah: tindakan ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Tanpa kita pergi kepada orang lain, maka kita tidak akan bisa memuridkan orang tersebut. Di jaman ini, kita bisa pergi secara fisik atau menggunakan teknologi. Selain itu, kita tidak selalu harus pergi kepada yang non-Kristen, karena masih banyak orang Kristen yang tidak pernah diajar untuk hidup sebagai seorang murid Kristus. Karena itu, maukah anda pergi untuk menolong orang-orang tersebut menjadi murid Kristus?
– Baptislah: sewaktu Injil ini dituliskan, kekristenan belum dalam kondisi seperti saat ini. Sehingga, sangat memungkinkan untuk setiap orang berperan langsung dalam membaptiskan orang lain sebagai tanda komitmen kepada Kristus. Namun, ketika kekristenan semakin berkembang, maka para pemimpin umat setuju untuk menjaga ketertiban dalam melakukan sakramen ini. Akhirnya, tugas membaptis ini dipercayakan oleh komunitas Kristen kepada para pelayan Kristus yang dikhususkan. Namun demikian, sekalipun kita saat ini tidak lagi membaptis langsung bukan berarti kita tidak mengerjakan hal ini. Tugas kita sekarang adalah menolong dan mendukung para calon murid tersebut untuk menerima Baptisan, sebagai tanda kesetiaan kepada Kristus. Mari renungkan, apakah kita yang sudah dibaptis, menjadi penolong atau penghalang bagi orang yang belum dibaptis untuk bersedia menerima baptisan?
– Ajarlah: Di masa itu, belum ada Alkitab tertulis yang lengkap. Sehingga, orang Kristen belajar firman Kristus dari mulut ke mulut atau melalui lembaran perkamen yang mahal harganya. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengajar orang lain melakukan perintah Yesus. Mereka mengajarkan apa yang mereka tahu dan alami. Itulah sebabnya kekristenan bisa bertumbuh hingga saat ini. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki kerinduan untuk menolong orang lain bertumbuh dalam ajaran Tuhan Yesus? -WS