KITA BERANI KARENA PERCAYA
Roma 10: 17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus
Ibrani 4: 16
Sebab itu, marilah kita dengan penuh keberanian menghadap Allah yang memerintah dengan baik hati. Allah akan mengasihani kita dan memberkati kita supaya kita mendapat pertolongan tepat pada waktunya.
Secara manusia, wajarlah kalau bangsa Israel mengalami ketakutan dengan apa yang mereka hadapi. Pada waktu Musa mengutus pengintai ke tanah Kanaan, salah satunya adalah Yosua, mereka mendapatkan laporan bahwa orang-orang disana berpostur tubuh besar dan tinggi-tinggi, orang Isreal seperti belalang di samping mereka. Jadi bukan lawan yang sepadan. Belum lagi jumlah mereka banyak dan sering kerajaan yang satu degan lainnya bergabung untuk melawan. Ditambah dengan kota yang berbenteng kuat. Allah, melalui Musa mengisahkan peristiwa-peristiwa yang spektakuler yang Allah lakukan di tengah bangsa ini, dengan maksud iman mereka tumbuh. Iman timbul dari pendengaran, kata firman Tuhan. Apa lagi kita tahu bahwa generasi kedua di padang gurun ini, tidak menyaksikan dengan mata mereka sendiri peruatan-perbuatan Allah yang ajaib dan perkasa itu. Maka Musa memakai media telinga dan firman Tuhan untuk menumbuhkan iman dan keberanian mereka. Dan kalau kita membaca kitab Bilangan dan Ulangan, kita tahu bahwa di bawah pimpinan Yosua, bangsa ini tidak pernah takut berperang melawan bangsa Kanaan itu. Memang sejak awal, yaitu ketika diutus sebagai pengintai, Yosua memiliki keyakinan bahwa mereka dengan pertolongan Tuhan, dapat menguasai tanah Kanaan. Jadi, apa yang dilakukan Musa, tentu dengan pertolongan kuasa Tuhan, berhasil. Bangsa hanya ini takut dan mengalami kekalahan ketika ada dosa atau mereka tidak taaat.
Ini menjadi pegangan yang meneguhkan bagi kita, firman Tuhan sudah kita dengan, baca. Sangat mungkin firman itu kita renungkan setiap hari. Ada kegiatan GBAB, ibadah online, persekutuan atau pertemuan melalui zoom. Pendengaran kita dipuaskan oleh firman melalui itu semua. Dan semestinya itu menimbulkan iman serta keberania bagi kita untuk menghadapi segala sesuatu dalam hidup kita. Melalui firman, kita tahu bahwa Allah tidak pernah meninggalkan bangsa ini. Hal yang sama juga terjadi bagi kita, bukan? Ya! Masalahnya, kita percaya atau tidak. Kita menjalaninya atau tidak, itu yang disebut dengan ketaatan. Kadang ditengah kekalutan kita, sering salah kaprah dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Iman tanpa perbuatan adalah kosong atau mati. Perbuatan adalah perwujudan ketaatan kepada Allah. Ayo..beranilah!!! -FD