SIAPA ITU SEORANG UTUSAN? (2)
4Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. 5Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: “Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali. 2 Samuel 10
Bacaan Alkitab
Galatia 2:1-21
Hanun yang menggantikan posisi ayahnya seharusnya mengetahui siapa-2 yang dekat & menjadi sahabat dari ayahnya, dan ia melanjutkan relasi yang sudah dibangun dengan baik itu. Tetapi sayangnya bukan tindakan itu yang dilakukan oleh Hanun, melainkan ia lebih mendengar pembisik-2 di sekitarnya yang berhasil mem-provokasi Hanun dengan mengatakan bahwa pegawai-2 Daud yang diutusnya untuk menyampaikan rasa duka itu sebetulnya memiliki maksud lain, yakni memata-matai mereka. Utusan Daud ini jangan-2 dinas intelejen-nya Daud yang akan pulang membawa hasil penyelidikan & kerajaan Daud akan memerangi mereka.
Dan memang Daud memerangi mereka, namun bukan karena demikianlah niatnya, namun lantaran perlakuan Hanun terhadap utusan-2 Daud untuk menyampaikan maksud baik dari seorang sahabat. Utusan-2 itu dipermalukan namun sesungguhnya Daud-lah yang mengutus dipermalukan dengan cara tidak menghargai utusan-2nya tersebut. PERANG menjadi kosekuensi-nya, kekalahan & kehancuran sebagai akibatnya.
Pertanyaan yang kita renungkan, sedemikian berartikah bagi kita keberadaan & kehadiran seorang utusan? Sampai sedemikian jauhkah kosekuensi yang harus diterima lantaran tidak menghargai & menghormati seorang utusan? Dari kisah di atas, demikian adanya sikap & respon dari Daud. Ia tidak hanya menyelamatkan para utusan itu dari rasa malu sehingga Daud memberikan waktu agar dipulihkan lahir bathinnya, baru ia kembali. Namun langkah selebihnya dengan memerangi Hanun dkk. seharusnya membuat kita tahu makna seorang utusan bagi si pengutus. -JP