IMAMAT YANG RAJANI

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan- perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
(1 Petrus 2:9-10)

Bacaan Alkitab
Bilangan 19-20

Dalam Perjanjian Lama kita mengenal istilah imam, kata imam diambil dari kata imamat, yang dalam bahasa Ibrani disebut wayizra, yang berarti Tuhan memanggil, sedangkan kata Yunani papás (priest). Jadi imamat adalah orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk menjadi kerajaan imam (royal priesthtood).
Saat ini masih ada orang Kristen yang memiliki pemahaman bahwa jabatan imam hanya dipegang oleh orang Lewi, suku Israel yang dikhususkan sebagai perantara Allah dengan umat-Nya. Orang Kristen juga sering berpikir bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang Tuhan panggil untuk melakukan perkara-perkara besar dan hidupnya mengalami berkat besar, sedangkan kebanyakan orang Kristen hanyalah umat biasa-biasa saja. Petrus dalam suratnya menyebut bahwa setiap orang percaya sebagai imamat yang rajani. Sebutan ini tidak ditujukan kepada orang-orang tertentu yang memiliki jabatan, tetapi seluruh umat yang percaya kepada Kristus. Meski ada orang yang dikaruniai Tuhan sebagai hamba Tuhan atau pemimpin rohani, pada dasarnya kita semua orang percaya memiliki kedudukan yang sama di mata Tuhan. Kita semua adalah imamat yang rajani. Hal ini berarti bahwa di mata Tuhan, setiap orang percaya adalah imam dan sekaligus adalah raja atau ratu. Sebagaimana semua orang percaya memiliki kedudukan yang sama, kita pun memiliki tugas dan panggilan yang sama dalam Tuhan. Sebagai imam, kita bertugas untuk membawa orang-orang di sekeliling kita mengenal Allah. Sebagai raja, kita memerintah bersama Allah untuk memberi dampak bagi dunia ini sampai kerajaan Allah ditegakkan di bumi seperti di sorga. Sebagai imamat yang rajani, kita harus menjalankan peran kita di mana pun Tuhan tempatkan, baik di keluarga, dalam pekerjaan, di sekolah, atau di gereja. Tuhan akan menolong kita, untuk melakukan perkara-perkara yang besar, bukan hanya memiliki hidup yang biasa-biasa saja, Tuhan memiliki rencana besar bagi setiap kita orang yang percaya kepad-Nya. Milikilah visi yang besar agar penuaian yang besar terjadi melalui hidup kita yang selalu mencerminkan karakter Kristus. (AS)