GEREJA YANG TUNDUK PADA KETUHANAN KRISTUS
15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. 1 Pet 3:15-16
Agenda surgawi berikutnya adalah menjadi Gereja yang hidup di dalam otoritas Yesus Kristus sebagai Tuhan. Agenda ini kita Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Tuhan, setara dengan kata Allah, dipakai untuk menunjuk kepada pribadi ilahi yang disembah oleh manusia. Tetapi, dalam bahasa Yunani, kata Tuhan (κύριον=kurion) umumnya dipahami sebagai tuan atau majikan yang memiliki otoritas tertinggi secara resmi atas orang atau barang kepunyannya. Sehingga, ketika komunitas Kristen mula-mula menggunakan kata ini, ada nuansa penyerahan diri menjadi seorang budak yang tunduk secara absolut kepada otoritas Yesus sebagai Tuan atau Majikan. Artinya, orang Kristen itu tidak lagi bisa mengklaim bagian apapun dari hidupnya sebagai miliknya, karena semua sudah diserahkan secara penuh bagi Yesus. Sementara kata kuduskanlah bukan berarti membuat Yesus menjadi kudus atau suci. Tetapi, dalam bahasa Yunananinya (ἁγιάσατε=hagiasate), kata ini lebih tepat diterjemahkan sebagai utamakanlah atau khususkanlah. Sehingga, ayat 15a dimengerti sebagai perintah untuk mengkhususkan Kristus sebagai Tuan atau Majikan dalam hati kita. Di mana kita memposisikan diri sebagai budak yang tunduk sepenuhnya pada otoritas Kristus. Bila kita mengkhususkan Yesus sebagai Tuan yang mengatur hidup kita secara total, maka hidup kita seharusnya tidak berbeda antara di dalam dan di luar gedung Gereja. Di manapun, orang sekitar kita harusnya bisa melihat ketaatan kepada firman Allah, sebagai bukti nyata pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuan kita. Atau, apakah kita lebih senang menyembah Yesus dengan titelnya sebagai Juruselamat, Gembala yang baik, dan titel lain yang tidak mengintervensi hidup kita? Ataukah ternyata posisi Tuan dalam hati kita bukanlah milik Yesus, tetapi milik berhala lain? Mari mohon anugerah Allah, agar kita bisa hidup sebagai Gereja yang tunduk pada otoritas Yesus sebagai Tuan kita. -WS