SATU TUHAN, SATU IMAN, SATU BAPTISAN

satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Efesus 4:5

Bacaan Alkitab
Wahyu 14:1-20

Pada Hari Selasa kita merenungkan mengenai usaha untuk memelihara kesatuan Roh. Pertanyaannya, sejauh mana kita mengupayakannya? Ada sebuah denominasi yang memasukkan ajaran dari berbagai agama/kepercayaan, tetapi mereka mengingkari Alkitab sebagai firman Allah. Mereka merangkul semua kalangan, baik dari ateis maupun semua agama yang ada. Tentu saja kesatuan yang demikian akan sulit dicapai karena sesungguhnya setiap agama memiliki keunikan dan eksklusifitas dalam pengajarannya.
Yang menjadi keunikan, bahkan pondasi dari Kekristenan adalah pengakuan akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dengan mengakui Kristus sebagai Tuhan, maka kita juga mengakui Allah Bapa yang mengutus Allah Anak ke dunia serta Allah Roh Kudus yang terus bekerja di dalam diri manusia untuk menyadarkan akan dosa, menuntun manusia menerima Kristus, menghibur dan membimbing umat Tuhan.
Itulah iman sejati yang menjadi pondasi yang mempersatukan seluruh gereja Tuhan. Itu bukanlah iman yang buta, asal percaya tanpa pengenalan kepada Kristus. Itu sebabnya di dalam sebuah gereja, para petobat baru dibimbing dalam katekisasi. Para katekumen tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi mereka juga didoakan dengan sungguh-sungguh. Setelah itu, mereka menerima dibaptis di dalam nama Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus dan menggunakan media air. Ini merupakan sebuah pernyataan iman di hadapan publik dan juga merupakan lambang dipersatukannya seseorang ke dalam tubuh Kristus.
Pengakuan iman akan Kristus sebagai Tuhan inilah yang mempersatukan gereja Tuhan. Setiap jemaat lokal yang ada sesungguhnya merupakan perwakilan tubuh Kristus di dunia yang dipanggil untuk terus mewartakan Injil Kristus. -VA